Masa anak - anak dimulai dari TK, saya dengan merengek kepada ibu saya meminta dimasukkan sekolah. Jadi disitulah saya dididik di TK Mentari kemiling Bandar Lampung. Saya termasuk anak yang cukup jorok, menurut adik saya, karena saya terlalu banyak luka di lutut atau tangan karena terlalu banya bergerak atau bermain. yah seperti saat saya kabur dari rumah, saya malah jatuh ke selokan dan mendapatkan jahitan sekitar 20 lebih jahitan, jika saya ingat. Dan karena rumah saya dekat dengan SMA Negeri 7 Bandar Lampung, saat saya setiap kali beli pecel, atau siomay, saya selalu diejekin oleh anak SMA 7 gara - gara mirip Wiro Sableng, memakai perban di kepala.
Hari- hari di TK, saya termasuk anak yang dibully tapi selalu melawan. sampai guru - guru saya bingung melihat tingkah saya yang sok berani, melawan anak dari kelas TK 0 besar, karena saya siswi di kelas TK 0 kecil. Yah, walaupun ada yang berani membantu saya, tapi yah seperti itulah. Kebiasaan saat TK yang tak pernah saya lupakan adalah main tenda - tendaan. Kalau anak - anak lain main rumah - rumahan, berbeda dengan saya. Saya selalu membawa kursi, payung dan selendang dan membuat tenda di depan teras. Itu sudah menjadi kebiasaan yang akan aku lakukan di hari Jum'at.Dan akhirnya, karena keingintahuanku yang cukup besar, aku memutuskan untuk ikut dengan nenekku yang tinggal di Sulawesi Selatan tepatnya di kabupaten yang cukup kecil bernama Palopo. Disitu, kakek bekerja sebegai salah satu anggota DPR, sementara nenek sebagai seorang iburumah tangga. Hari - hariku seperti biasanya, selalu saja dijahili oleh sepupuku, Fathur. dan sepertinya aku benar - benar tak tahan dengan sikap sepupuku yang satu ini.
Aku masuk SD saat berusia 5 tahun, karena aku belum lulus TK, alias hanya 1 tahun di TK. Aku masuk salah satu MI di Luwu, kabupaten yang berada di sebelah Palopo. Karena aku tidak suka pembelajaran yang agamanya dikhususkan, dan selalu menilai 0 di kelas, akhirnya aku memutuskan pindah ke SD 282 Palopo.
Di SD ini, aku dapat menaikkan nilaiku, walaupun aku tak bisa masuk 10 besar. Sementara Fathur selalu saja bisa masuk 10 besar. Akhirnya, saat aku itu aku kelas 3 SD, namun ayahku memintaku untuk mengulang kelas 2. Menurut beliau aku butuh belajar membaca lagi, jadi aku mengulang kelas 2 di SD 2 Beringin Raya. Di sana aku bisa mendapatkan peringkat yah walau hanya bisa dapat peringkat 4, but itu sesuatu banget deh.Kemudian, saat kelas tiga semester dua, orang tua saya memutuskan untuk merintis sebuah Sekolah Luar Biasa Negeri di Metro, dan membuat saya harus ikut. Saya akhirnya dimasukkan di SD Negeri 1 Metro Barat bersama adik saya. Di sana, mungkin karena sudah terbiasa menggunakan bahasa Indonesia, jadi saya agak kaget waktu denger waktu siswa - siswa lain ngomong bahasa jawa. Walaupun punya keturunan jawa, tapi ayah saya jarang ngomong bahasa jawa kalau di rumah.
Jadi dengan begitu lama beradaptasi akhirnya saya bisa sekolah disitu. Well, awalnya cukup menyenangkan, namun saat kelas 4, mimpi buruk benar - benar datang. Yah, semenjak kelas 4 itu aku mulai agak sedikit dibilang takut dengan namanya matematika. Karena guru yang mengajar cukup killer, atau mungkin lebih. Dia tak pernah mengajari kami matematika, bahkan kerjaannya hanya duduk dan memberi tugas like a boss. Yah dengan nilai 2, 3, 5 saya bisa bertahan dari kelas 4 sampai kelas 5.
Di kelas 6 saya mulai serius belajar, yah saat dulu walaupun mendapat peringkat 4 terus. saya termasuk anak yang agak sulit untuk diajak belajar. Jadi, karena ini adalah penentuan masuk ke SMP, maka saya belajar dengan giat. Saya ikut les di Lembaga Airlangga, dan selalu tidak datang ke les sekolah, karena penuh dengan les komputer dan bimbel di Airlangga. Hingga beberapa guru mengoceh gara - gara saya enggak pernah masuk les sekolah. Di Airlangga saya masuk di kelas unggulan 1, 6 Ex 1 Sore. Dengan bermodal nilai 3 untuk matematika, dan bisa masuk dalam 16 besar.
Namun, perjuangan belum berakhir. Saya mendaftar di SMP Negeri 1 Metro dan SMP Negeri 4 Metro. SMP Negeri 1 Metro merupakan sekolah RSBI pertama di Metro dan cukup punya nama, dan SMP Negeri 4 Metro merupakan sekolah unggulan 2 di Metro. karena saya kemalesan, atau apa saya tidak masuk ke SMP 1, dan di terima di SMP 4 Metro..
To be continue.....
0 comments:
Posting Komentar